Asep ibrahim

Halaman Saya

Pempek Parakanmuncang | Promosikan Halaman Anda Juga

Senin, 28 Januari 2013

SPG Special...!

Silahkan pilih saja....




Diposting oleh asep abdurrohim 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Lencana Facebook

عبد الرحيم

Buat Lencana Anda

Sejarah Pempek

Pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.[1]

Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada zaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis, ikan lele serta ikan tuna putih.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pempek

Mp3 Nasyid faporit

12 - Habib Syech Abdul Qodir Assegaf - Qod Tamammallahu maqosyidana.mp3 02 Al Mahabbatain - Senandung Al Qur'an.mp3

Dunia Maya

Dunia Maya

Cari Blog Ini

Jenis Pempek

Jenis Pempek

Foto

عبد الرحيم

Buat Lencana Anda

Tombol suka

Facebook

عبد الرحيم menyukai

Pempek ParakanmuncangPempek Parakanmuncang
Buat Lencana Suka Anda

Arsip Blog

  • Juni (1)
  • Agustus (1)
  • Desember (1)
  • Januari (1)
  • Oktober (1)
  • Maret (1)
  • September (2)
  • Juni (2)

Mengenai Saya

asep abdurrohim
Lihat profil lengkapku
Asep Ibrahim Abdul Rohim. Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.